KALIMAT EFEKTIF dan TIDAK EFEKTIF

 

Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; Dari segi liuistik kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa (KBBI, 2002 : 494).

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara. Kalimat efektif juga merupakan kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat.               Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.

Ciri-ciri kalimat efektif, adalah:

  1. a.       Kesatuan gagasan

Kalimat efektif harus memiliki kesatuan gagasan dan mengandung satu ide pokok. Kalimat haruslah mengandung unsur subjek dan predikat sebagai unsur inti sebuah kalimat. Kehadiran unsur-unsur lain (objek, pelengkap, ataupun keterangan) hanyalah sebagai tambahan bagi unsur inti. Perhatikan contoh berikut ini:

“Di dalam keputusan ini merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.”

Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung oleh kehadiran subjek. “Di dalam keputusan ini”  bukanlah subjek melainkan keterangan. Dengan demikian kalimat diatas diubah menjadi kalimat efektif menjadi : “Keputusan ini merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.”

  1. b.       Kesejajaran (Paralel)

Kesejajaran adalah penggunaan bentukan kata atau frasa berimbuhan yang memiliki kesamaan (kesejajaran) baik dalam fungsi maupun bentuknya. Jika bagian kalimat itu menggunakan verba berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- lagi.

Ciri-ciri kesejajaran

– Terdapat subjek dan predikat yang jelas

– Tidak terdapat subjek ganda

1) Kesejajaran bentuk

Jika dilihat dari segi bentuknya, kesejajaran itu dapat menyebabkan keserasian. Jika dilihat dari segi makna atau gagasan yang diungkapkan, kesejajaran itu dapat menyebabkan informasi yang diungkapkan menjadi sistematis sehingga mudah dipahami.

2) Kesejajaran makna

Kesejajaran makna ini berkaitan erat dengan penalaran. Penalaran dalam sebuah kalimat merupakan masalah yang mendasari penataan gagasan. Penalaran sangat berhubungan dengan jalan pikiran.

Sedangkan E. Kosasih menyatakan bahwa kesejajaran adalah penggunaan bentukan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan, baik dalam fungsi maupun bentuknya. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di- , bagian kalimat lainnya pun harus mengunakan di- pula.

Contoh :

Buku itu telah lama dicari, tetapi Dodi belum menemukannya.

Kalimat di atas tidak sejajar karena menggunakan bentuk kata kerja pasif (dicari) yang dikontraskan dengan bentuk aktif (menemukan). Maka kalimat diatas diubah menjadi sebagai berikut:

Buku itu telah dicari, tetapi belum ditemukan Dodi.

Dodi telah lama mencari buku itu, tetapi belum menemukannya.

  1. c.       Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif merupakan kehematan dalam pemakaian kata, frase, atau bentuk lainnya yang dianggap tidak diperlukan. Kehematan ini menyangkut soal gramatikal dan makna kata. Kehematan tidak berarti bahwa kata yang diperlukan atau yang menambah kejelasan makna kalimat boleh dihilangkan. Setiap kata haruslah memiliki fungsi yang jelas.

Contoh:

Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.

Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat diatas tidak perlu. Dalam kata  mawar,  anyelir, dan melati terkandung makna bunga. Setiap kata haruslah memiliki fungsi yang jelas dan tidak boleh menggunakan kata yang berlebihan. Penggunaan kata yang berlebihan justru akan mengaburkan dan memperlemah maksud kalimat itu. Kalimat yang benar adalah:

Mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.

  1. d.      Penekanan

Kalimat efektif harus diberi penekanan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memberi penekanan itu adalah sebagai berikut :

1. Mengubah posisi dalam kalimat

Cara ini dilakukan dengan meletakkan bagian penting di depan kalimat.

Contoh : Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.

2.  Menggunakan partikel

Penekanan pada bagian ini dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh :  Saudaralah yang harus bertangung jawab dalam soal itu

3. Menggunakan repetisi

Yaitu dengan cara menulang-ulang kata yang dianggap penting

Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan  murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan yang lainnya.

4. Menggunakan Pertentangan

Dengan cara menggunakan kata-kata yang bertentangan atau berlawanan makna / maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.

Contoh :

Anak itu tidak malas, tetapi rajin

  1. e.      Kelogisan

Unsur pembentuknya kalimat efektif harus memiliki hubungan yang logis atau dapat diterima oleh akal sehat. Susunan kalimat dianggap logis apabila kalimat itu mengandung makna yang bisa diterima akal dan bermakna sesuai dengan kaidah-kaidah nalar secara umum.

Contoh :

Waktu dan tempat saya persilakan.

Kalimat ini tidak logis / tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah menjadi:

Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Kalimat yang tidak efektif akan berpengaruh pada keakuratan informasi yang akan diterima. Berikut ini akan disampaikan beberapa pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif :

1.  Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :

–    Sejak dari usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.

(Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.)

2.  Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :

–     Menurut berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah.

(Berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. / Menurut berita yang saya dengar, kurikulum akan segera diubah.)

3.  Penggunaan imbuhan yang kacau :

–   Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.
(Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan. / Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan)

4.  Kalimat tak selesai :

–   Rumah yang besar yang terbakar itu.

(Rumah yang besar itu terbakar.)

5.  Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :

–     Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.

(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)

6.  Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :

–    Rumah sakit di mana orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.

(Rumah sakit tempat orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.)

7.  Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :

–    Tendangan daripada Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.

(Tendangan Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.)

8.   Pilihan kata yang tidak tepat :

–    Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang bincang dengan masyarakat.

(Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.)

9.    Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti :

–   Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri.

Judul berita di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang dimaksud Santosa? Nama sopir atau nama bus? Yang masuk jurang busnya atau sopirnya?

(Bus Santoso Masuk Jurang, Sopirnya Melarikan Diri.)

10.    Pengulangan kata yang tidak perlu :

–     Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.
(Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.)

11.  Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :

–     Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.

(Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s