Kata dan Istilah

.  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1997) memberikan beberapa definisi mengenai kata, antara lain:

  • Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.
  •  konversasi, bahasa.
  • Morfem atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.

Kata yang Benar

Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.

Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
•    Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
i)    Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
ii)    Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya
•    Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.

  • ber-an dan ber-i
  • di-kan dan di-i
  • diper-kan dan diper-i
  • ke-an dan ke-i
  • me-kan dan me-i
  • memper-kan dan memper-i
  • pe-an dan pe-i
  • per-an dan per-i
  • se-nya
  • ter-kan dan ter-i

 Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.   Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.
Kaidah pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:

  • tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
  • me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p , atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul , me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
  • me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t . Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup .
  • me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k , g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis , me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
  • me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
  • me- → meny-, jika huruf pertama adalah s . Contoh: me- + sapu → menyapu.
  • Huruf p, l, t, k, s, dan u, memiliki sifat-sifat khusus:
  • Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
  • Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
  • Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.

Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan, yaitu:

  • ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)
  • ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)
  • pe + perkosa → pemerkosa (huruf p luluh menjadi m)
  • pe + perhati → pemerhati (huruf p luluh menjadi m)

Kata tidak benar (rancu)    Kata benar (takrancu)
pengrusakan    perusakan
penglepasan    pelepasan
pengrajin    perajin

Pemakaian Istilah

Karya ilmiah yang baik, selain harus didukung oleh pemakaian kata yang benar dan baik, juga harus didukung olehpemakaian istilah yang tepat. Istilah yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah akan mencerminkan bidang ilmu yang dibahas didalamnya. Untuk itu, istilah tersebut di samping memiliki sifat internasional juga memiliki sifat nasional. Istilah internasional maksudnya bahwa makna istilah itu dikenal secara umum dalam bidang ilmu yang bersangkutan, sedangkan sifat nasional artinya istilah itu memiliki ciri-ciri linguistik bahasa yang bersangkutan.
Istilah umum dan Istilah khusus
Istilah umum adalah istilah yang berasal dari bidang tertentu, yang karena dipakai secara luas, menjadi unsur kosakata umum. Misalnya: anggaran belanja, penilaian, daya, radio, nikah, takwa
Istilah khusus adalah istilah yang maknanya terbatas pada bidang tertentu saja. Misalnya: apendektomi, kurtosis, bipatride, pleistosen.
Kriteria proses pembentukan istilah:
•    Istilah Bahasa Indonesia
Kosakata bahasa Indonesia dapat diambil sebagai istilah jika memenuhi satu syarat atau lebih berikut ini
1)    Kata yang paling tepat, misalnya bea – cukai – pajak.
2)    Kata yang paling singkat, misalnya perlindungan politik – suaka politik.
3)    Kata yang bernilai rasa baik, misalnya perempuan – wanita
4)    Kata umum diberi makna baru, misalnya peka – peka cahaya

1)    Bahasa Serumpun/Daerah
Pemasukan istilah dari bahasa serumpun.daerah dapat dibenarkan jika salah satu syarat berikut ini terpenuhi.
1)    Lebih cocok karena konotasinya, misalnya tuntas, anjangsana, jamban.
2)    Lebih singkat jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya, misalnya mawas diri, luwes, sandang pangan.

2)    Bahasa Asing
Pemasukan istilah bahasa asing dapat dipertimbangkan jika salah satu syarat atau lebih yang berikut ini dapat dipenuhi.
1)    Lebih cocok karena konotasinya, misalnya
Kritik    Kecaman
Professional    Bayaran
Amatir    Tanpa bayaran

2)    Lebih singkat daripada terjemahannya, misalnya  studi, diplomasi, dokumen.
3)    Karena keinternasionalannya (intertranslatability) akan memudahkan pengalihan antarbahasa mengingat keperluan masa depan, misalnya inflasi, bursa, satelit.
4)    Istilah asing yang dipilih dapat mempermudah kesepakatan jika istilah Indonesianya terlalu banyak sinonimnya, misalnya klorofil, komunikasi, valuta.
Asas pungutan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia melalui empat macam yaitu:
1)    Adopsi: pungutan dalam bentuk utuh, misalnya radio, mode, orator.
2)    Adaptasi: pungutan dengan penyesuaian kaidah (ejaan) denga bahasa Indonesia, misalnya energy – energi, television – televisi, construction – konstruksi.
3)    Padan kata: mencari padanan kata asing tersebut di dalam bahasa Indonesia/bahasa serumpun, misalnya medical – pengobatan, network – jaringan, dentist – dokter gigi.
4)    Campuran; dipakai asas campuran (misalnya adaptasi dan padan kata ) dalam membentuk istilah bahasa Indonesia terutama istilah yang berupa gabungan kata, misalnya electric energy – energi listrik, bound form –bentuk terikat, clearance volume –volume ruang bebas.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s