Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti “pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”.

Syarat Ketepatan Diksi

Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kekpada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan.

Makna Denotatif

Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.

Contoh :

  1. Mas parto membeli susu sapi.
  2. Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal.

2.2       Makna Konotatif

Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.

Contoh:

ü  Para petugas gabungan merazia kupu-kupu malam tadi malam (kupu-kupu malam = wts).

ü  Bu Marcella sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat (lintah darat = rentenir.

  1. A.     GAYA BAHASA

 

3.1       Gaya Bahasa dan Idiom

Cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis atau pemakai bahasa.

3.2       Gaya Bahasa Eufinisme

Eufemisme atau penghalusan bahasa adalah salah satu bentuk pemakaian bahasa dalam masyarakat yang sudah semakin lancar penggunaanya. Mungkin karena tuntutan zaman yang mengharuskan atau karena pola pikir masyarakat pemakai bahasa yang selalu berubah.

3.3       Gaya Bahasa Hiperbola

Gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang melebih-lebihkan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekankan, memperhebat, meningkatakan kesan dan pengaruhnya.

Contoh:            Angkatlah pandang matamu

ke swarga loka

ke sejuta lilin alit

yang gemetar

3.4       Gaya Bahasa Metafora

Gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hala secara implicit. Metafora dibentuk berdasarkan penyimpangan makna. Sebenarnya, seperti juga pada simile, dalam metafora terdapat dua bentuk bahasa (penanda) yang maknanya diperban-dingkan. Namun, di sini, sebagaimana dikatakan oleh Kerbrat Orecchioni, salah satu unsur bahasa yang dibandingkan itu tidak muncul, melainkan bersifat implisit. Sifat implisit ini menyebabkan adanya perubahan acuan pada penanda yang digunakan. Selain itu, tidak ada kata yang menunjukkan perbandingan seperti dalam simile. Hal-hal inilah yang mungkin menjadi masalah dalam pemahaman metafora.

Contoh:

ü  Banyak mahasiswa yang mencoba memperebutkan mawar fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya itu.

ü  Pada kalimat di atas, kata mawar digunakan untuk menyebut gadis. Ini berarti, keduanya diperbandingkan. Komponen makna penyama: cantik/indah, segar, harum, berduri, cepat layu.

ü  Komponen makna pembeda: untuk “gadis” adalah manusia, berjenis wanita,

ü  untuk “mawar” adalah bagian dari tanaman

Berikut ini akan dikemukakan pula bagan segitiga semantik metafora:

ü  Contoh: Aku adalah burung yang terbang bebas

3.5       Gaya Bahasa Personifikasi

Adalah gaya bahasa  yang menampilkan binatang, tanaman, atau benda sebagai manusia.

Contoh:

ü   “Melambai-lambai nyiur di pantai” (cuplikan lagu Tanah airku Indonesia) .

ü   Unsur yang dibandingkan: “gerakan tangan” dengan “gerakan daun nyiur”.

ü   Komponen makna penyama: “gerakan”, bagian dari sesuatu yang besar “(tangan/daun)”.

ü   Komponen makna pembeda untuk tangan adalah bagian dari “manusia”.

ü   Komponen makna pembeda untuk daun nyiur adalah “tanaman”. Di sini yang muncul hanya gerakan daun nyiur, sedangkan gerakan tangan manusia menjadi implisit. Acuan pun berubah, yang melambai bukan lagi tangan manusia, melainkan daun nyiur.

3.6       Gaya Bahasa Sarkasme

Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.

Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga.

3.7       Gaya Bahasa Metonimia

Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang, orang, hal, atau cirri sebagai pengganti barang itu sendiri.

Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot

3.8       Gaya Bahasa Litotes

Gaya bahasa yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Contoh: Apa yang kami berikan memang tidak berarti bagimu

3.9       Gaya Bahasa Pleonasme

Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.

Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

  1. B.      JARGON DAN KATA SLANG

 

4.1       Jargon

Jargon mengandung beberapa pengertian. Pertama, jargon adalah kata-kata yang mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur yang dianggap kurang sopan atau aneh. Kedua, jargon diartikan sebagai bahasa yang timbul dari percampuran bahasa-bahasa, dianggap sebagai bahasa perhubungan. Ketiga, jargon diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam suatu bidang tertentu.

4.2       Kata Slang

Kata slang adalah kata percakapan yang tinggi atau murni. Kadang, kata slang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja, atau kadang berupa pengrusakan sebuah kata biasa untuk mengisi suatu bidang makna yang lain.

Contoh Slang : asoy, manatahan, belumtahu, dia, dan sebagainya (bersifat sementara)

  1. C.      PILIHAN KATA

 

5.1       Kata Kajian

Kajian berarti hasil mengkaji, adalah :

–              Kata yang perlu ditelaah lebih jauh maknanya kerena tidak bisa langsung dipahami oleh semua orang.

–              Kata yang dipakai untuk suatu pengkajian atau kepentingan keilmuan.

–              Kata yang dipakai oleh para ahli/ilmuwan dalam bidangnya.

–              Kata yang dikenal dan dipakai oleh para ilmuwan atau kaum terpelajar dalam karya-karya ilmiah.

5.2       Kata Populer

Kata Populer adalah kata yang dikenal dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Contoh: kata gelandangan lebih dikenal daripada kata tunakarya.

Kata Populer Kata Kajian
Kegiatan Aktivitas
Penyaring Filter
Merenung Kotemplasi
  • orang sakit
Pasien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s